Ada banyak tantangan yang dihadapi ketika menjalankan sebuah usaha. Apalagi ketika usaha tersebut semakin berkembang, dan perlu dirawat sebaik mungkin agar bertahan lama. Salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis adalah mempelajari pelanggan, metode yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan cohort analysis.
Pada level tertentu, melakukan cohort analysis adalah sebuah langkah yang penting. Karena ini berkaitan dengan perilaku pelanggan dan keberlangsungan bisnis. Yuk, cari tahu mengenai metode ini lebih jauh!
Apa Itu Cohort Analysis?

Mudahnya, cohort analysis adalah sebuah analisa yang dilakukan terhadap pelanggan. Cohort analysis membantu kita memahami pelanggan lebih jauh, seperti perilaku, daya beli, dan apa yang mereka lakukan terhadap produk atau layanan yang kita tawarkan.
Dengan memasukkan metrik-metrik tertentu, kita bisa mengukur sejauh mana retensi pelanggan terhadap bisnis kita. Lewat analisa yang dilakukan, kita dapat mengetahui banyak hal. Salah satunya memastikan apakah target market yang dijangkau, tetap menggunakan produk kita atau tidak.
Manfaat Cohort Analysis
Agar bisa memahami penggunaan cohort analysis pada bisnis secara mendalam, berikut beberapa manfaat analisis tersebut yang perlu Anda pertimbangkan, yaitu:
1. Memantau Kesehatan Bisnis
Salah satu metrik yang digunakan dalam cohort analysis adalah KPI (Key Performance Indicator). Fungsinya untuk menganalisa kesehatan bisnis secara berkala. Kita juga bisa melakukan pengamatan dengan kelompok metrik tertentu, misalnya berdasarkan kinerja, customer retention, peningkatan penjualan dan lain-lain.
2. Memahami Customer Secara Mendalam
Tak hanya untuk bisnis, kita juga bisa menggunakan analisis cohort untuk membangun kedekatan dengan pelanggan. Dengan data-data mengenai karakteristik pelanggan yang dikumpulkan, kita bisa memahami customer secara mendalam dan tepat. Nantinya ini akan berpengaruh pada strategi marketing seperti apa yang tepat untuk mereka.
3. Mengoptimalkan Produk dan Layanan
Feedback dan interaksi pelanggan juga bisa dijadikan sebagai metrik dalam melihat perilaku pelanggan. Ini berguna untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan yang kita berikan. Dengan melihat pola penggunaan konsumen terhadap produk, kita bisa mengetahui bagian mana saja yang perlu diperbaiki atau dipertahankan.
Cara Melakukan Cohort Analysis

Bila Anda mulai tertarik untuk mencoba cara analisis ini, berikut beberapa cara melakukan cohort analysis yang bisa Anda coba, yaitu:
1. Tentukan Tujuan
Ada banyak hal yang bisa diketahui dengan cohort analysis. Agar Anda tidak bingung, dan hasil yang didapat lebih akurat, pastikan Anda sudah memiliki tujuan yang jelas sebelum melakukan analisa ini. Misalnya ingin mengukur efektivitas strategi marketing, meningkatkan retensi pelanggan atau memperbaiki produk dan layanan yang dimiliki.
2. Lakukan Identifikasi
Selanjutnya, Anda bisa melakukan analisa berdasarkan kelompok atau metrik tertentu, misalnya analisa berdasarkan demografi pelanggan, waktu pembelian, jenis produk yang banyak terjual dan lain-lain. Identifikasi yang jelas akan mempermudah dalam memahami hasil analisa.
3. Analisa Metrik Cohort
Setelah metrik teridentifikasi dengan baik, kita bisa mulai menganalisa hasil yang didapat dari matrik tersebut. Misalnya hasil analisa mengenai retensi pelanggan, jumlah penjualan, daya beli pada suatu produk dan lain-lain. Ini akan membantu dalam melihat perubahan perilaku pelanggan.
4. Membuat Rekomendasi
Saat hasil analisa sudah didapat, saatnya untuk membuat paparan dan rekomendasi mengenai apa saja yang bisa dilakukan.
Sekarang Anda sudah bisa memulai penerapan cohort analysis pada bisnis yang dijalankan. Lakukan analisa secara berkala dan mendalam, agar hasil yang didapat juga semakin akurat. Karena ini sangat penting bagi kelangsungan sebuah bisnis, terutama yang berkaitan dengan produk dan kualitas layanan pada pelanggan.



