Ketika ingin berkarir di bidang digital marketing, kita memerlukan portofolio yang menjadi tanda bahwa kita mampu dan berpengalaman di bidang tersebut. Bila belum memiliki portofolio yang profesional, kita bisa melihat contoh portofolio digital marketing yang menginspirasi kita bekerja di bidang ini.
Tentunya contoh tersebut dapat kita analisa, apa saja informasi yang disertakan, serta bagaimana format pembuatan portofolio digital marketing yang tepat. Tapi sebelum itu, mari kita dalami apa itu portofolio digital marketing.
Apa Itu Portofolio Digital Marketing?

Portofolio digital marketing adalah dokumen yang memperlihatkan kumpulan karya, pekerjaan atau project yang pernah dilakukan di bidang digital marketing. Umumnya portofolio digital marketing akan sangat membantu dalam proses mencari pekerjaan.
Menurut Anchor Digital pada penjelasannya mengenai “What is Portfolio Marketing?”, dikatakan bahwa portfolio marketing adalah mengumpulkan semua karya terbaik yang pernah dilakukan, dan menampilkan apa yang bisa kita lakukan ketika perusahaan menjalin kerjasama dengan kita.
Pentingnya Portofolio Digital Marketing
Sebagai sebuah dokumen yang menunjukkan kemampuan seSEOrang di suatu bidang, portofolio digital marketing juga berguna sebagai:
1. Personal Branding
Hasil pekerjaan yang kita rangkum dalam portofolio, dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun personal branding. Menunjukkan bahwa kita memang memiliki kemampuan di bidang digital marketing misalnya.
2. Validasi Kemampuan
Saat kita melamar pekerjaan di bidang digital marketing, rekruter akan memvalidasi informasi yang kita tulis di CV melalui portofolio yang kita sertakan pada saat mengajukan lamaran.
3. Mengimbangi Persaingan
Tentunya ada banyak orang yang memiliki kemampuan di digital marketing. Salah satu yang membedakan adalah pengalaman yang dapat dilihat melalui portofolio. Untuk itu, kita perlu membuat portofolio yang informatif dan berdasarkan kondisi terkini.
Contoh Portofolio Digital Marketing yang Menarik

Untuk menerapkan contoh portofolio digital marketing yang menarik, kita bisa menyertakan informasi berikut di dalam dokumen, seperti:
1. Menyertakan Deskripsi Diri
Pada portofolio, kita bisa membuat deskripsi diri secara lengkap dan menarik. Kita bisa menjelaskan mengenai pekerjaan saat ini, latar belakang pendidikan, kemampuan yang dimiliki, hingga beberapa project yang pernah dikerjakan sebelumnya.
2. Menampilkan Skill
Salah satu hal yang penting dan harus ada dalam setiap contoh portofolio digital marketing adalah skill. Skill menjadi salah satu hal yang memperbesar peluang diterima pada suatu bidang pekerjaan. Untuk itu, sertakan skill apa saja yang Anda miliki, serta seberapa besar kemampuan Anda di bidang tersebut.
3. Project yang Pernah Dikerjakan
Hal penting dari sebuah portofolio adalah menyertakan project atau karya apa saja yang pernah dibuat sebelumnya. Anda bisa mencantumkannya dalam bentuk foto, file atau link yang menuju ke project tersebut. Sehingga lebih mudah divalidasi oleh recruiter.
4. Sertakan Pencapaian
Selain project atau karya yang pernah dibuat, Anda juga dapat menyertakan pencapaian di bidang terkait. Misalnya pencapaian dalam hal penjualan, pembuatan campaign marketing, hingga menjalankan iklan yang menghasilkan banyak penjualan.
5. Berikan Call To Action
Terakhir, pada setiap contoh portofolio digital marketing Anda akan selalu menemukan CTA di bagian akhir. Anda bisa menyertakan call-to-action seperti mengarahkan perekrut untuk menghubungi Anda melalui ponsel, email dan sebagainya. Call-to-action yang tepat, akan memperbesar peluang Anda dilirik dan dihubungi oleh perusahaan.
Itulah sedikit rangkuman mengenai apa itu portofolio digital marketing, dan bagaimana contoh portofolio digital marketing yang menarik serta menginspirasi. Anda bisa menerapkan hal-hal di atas pada portofolio terbaru Anda, sehingga membuat recruiter lebih tertarik untuk mengajak Anda bekerja sama.
Pastikan Anda menyertakan project atau skill yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan. Itu akan membuat kesempatan Anda diterima lebih besar. Perhatikan pula format portofolio yang diijinkan, sebab beberapa perusahaan memiliki format tersendiri untuk mempermudah proses seleksi.
Selain itu, jangan lupa untuk selalu memperbaharui portofolio setiap kali mendapatkan project baru, atau karya di bidang terkait. Dengan begitu, portofolio Anda bisa senantiasa update untuk kebutuhan pekerjaan.



