Bekerja di bidang digital marketing, membuat kita menemukan beberapa istilah yang terkadang terasa mirip, seperti reach dan impression yang sering muncul dalam analisa digital marketing. Keduanya seringkali dianggap sebagai hal yang sama, padahal perbedaan reach dan impression tergolong sangat signifikan.
Melakukan kesalahan dalam membedakan reach dan impression, akan mengakibatkan analisa yang dilakukan tidak akurat, dan strategi marketing yang dilakukan menjadi rancu. Maka dari itu, penting untuk memahami perbedaan reach dan impression dalam digital marketing.
Perbedaan Reach dan Impression

Secara penafsiran, reach dan impression memiliki perbedaan yang jelas. Reach adalah metrik yang menggambar jumlah pengguna yang berhasil dijangkau oleh konten atau iklan yang dibuat. Bisa juga diartikan sebagai jumlah orang yang melihat konten atau iklan kita.
Lalu, apa itu impression?
Impression atau impresi adalah jumlah yang menunjukkan berapa kali konten atau iklan kita dilihat oleh pengguna. Metrik ini tidak dipengaruhi oleh apakah user berinteraksi dengan konten kita atau tidak.
Dari penjelasan di atas, perbedaan reach dan impression adalah seberapa jauh konten kita menjangkau pengguna, serta berapa banyak orang yang melihat konten tersebut.
Jenis-jenis Impression
Impression terbagi menjadi 2 (dua) jenis, antara lain:
1. Served impression
Jenis impression ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana konten kita mampu menjangkau pengguna.
2. Viewable impression
Viewable impression bertujuan untuk mengumpulkan data dari perangkat pengguna, mencegah kemungkinan konten/iklan tidak terlihat oleh pengguna.
Cara Meningkatkan Impression

Bila Anda sering mengurusi data jangkauan dan performa konten, berikut cara meningkatkan impression yang bisa diterapkan, yaitu:
1. Kenali Target Market
Agar konten dan iklan dapat menjangkau lebih banyak orang, pastikan Anda mengenali pelanggan dengan baik. Hal ini akan berpengaruh pada bagaimana Anda menyajikan konten yang cocok dengan mereka. Ini juga akan berdampak pada peningkatan brand awareness bisnis Anda.
2. Lakukan Analisa Berkala
Saat ini beberapa sosial media telah menyediakan fitur yang memudahkan kita melihat performa konten, termasuk reach dan impresi. Kita juga bisa menganalisanya memakai tools analisa lainnya yang tersedia. Dengan melakukan analisa performa, kita dapat mengevaluasi konten atau iklan yang sudah ditayangkan.
3. Distribusi Konten yang Tepat
Untuk mendapatkan reach dan impression yang tinggi, kita tak bisa mengandalkan satu atau dua konten, namun banyak konten dengan topik yang menarik. Dengan konten yang informatif dan bervariasi, interaksi yang dibangun juga akan semakin baik.
4. Buat Konten yang Membantu
Ada banyak alasan pengguna tertarik dengan konten kita, salah satunya karena merasa terbantu dengan konten tersebut. Maka dari itu, usahakan untuk selalu memberikan konten yang solutif, seperti tips, tutorial, edukasi atau rekomendasi produk.
5. Manfaatkan CTA
Call to Action (CTA) merupakan teknik yang ampuh untuk menarik perhatian pengguna. Ini juga bisa digunakan untuk mengarahkan mereka melakukan sesuatu, seperti mengklik gambar, memberikan komentar atau melakukan pembelian.
Itulah perbedaan reach dan impression serta cara untuk meningkatkannya. Semua cara tersebut bisa Anda maksimalkan untuk meningkatkan reach dan impression. Lakukan secara bertahap dan konsisten. Karena hasil yang didapat juga akan berdampak besar pada bisnis Anda, seperti meningkatkan brand awareness, pertumbuhan pelanggan, dan tentunya peningkatan penjualan.
Selain beberapa teknik di atas, tentunya masih banyak cara lainnya untuk meningkatkan jangkauan serta interaksi pelanggan. Namun dengan memahami perbedaan reach dan impression, dapat menjadi panduan bagi Anda dalam mengambil langkah selanjutnya. Jangan lupa untuk terus mencoba dan menemukan peluang dalam menarik perhatian pelanggan.



